Dalam kebun buah dan taman mawar
Ku merindu menatap parasmu.
Dalam Manisnya rasa
Ku merindu mengecup bibirmu.
Dalam bayang-bayang gairah
Ku merindu cintamu.
Oh! Pecinta Teragung!
Biar kuabaikan cemasku.
Bunga-bunga bermekaran
dengan diujungnya tingginya Rohmu.
Demi allah!
Aku merindukan pelarianku dari penjara egoku
dan menyesatkan diri
di gunung-gunung dan padang pasir.
Manusia-manusia yang sedih
dan kesepian ini melelahkanku.
Ku rindu tuk bermandi kebahagiaan
dalam mabuk keriaan dalam cintamu
dan merasakan keperkasaan Rustam
dalam genggamanku.
Aku jenuh akan rajaraja yang fana.
Aku rindu memandang cahayamu.
Dengan lampu di tangan
Para sheikh dan mullah berkeliaran
menyusuri lorong-lorong gelap kota ini
tanpa dapat menemukan yang mereka cari
Engkaulah Hakikat dari segala Hakikat
Penawar racun Cinta.
Aku rindu menyanyikan puji-pujianmu
tetapi aku hanya diam membisu
bersama derita dalam permohonan di lubuk hati.
dungaren iso puitis barang
ReplyDeletemank wis ngaleh profesi ta?
Alih profesi........ biasa tahun 2011
ReplyDelete